belum jadi anggota?
klik disini untuk mendaftar
Angga : ako masih seneng main di website ini
01 Sep 2010 12:18:39
Niia : add aku ya..
22 Aug 2010 08:52:30
Niia : add aku ya..
22 Aug 2010 08:52:30
Niia : add aku ya..
22 Aug 2010 08:52:25
Niia : hy
21 Aug 2010 14:02:43
Angga : sudah pidah domain ya ... _
18 Aug 2010 10:55:56
Angga : met pagi montea lovers, .... yang lain pada kemana ya ?
03 Jul 2010 10:03:34
Angga : bandung panas, tumben, untung ada mountea di kulkas, .. nyeesss... segerr....
22 Jun 2010 14:33:32
Edina : met siang dunia..:)
15 Jun 2010 12:35:01
Edina : met siang dunia..:)
15 Jun 2010 12:34:58
Edina : met siang dunia..:)
15 Jun 2010 12:34:57
Edina : met siang dunia..:)
15 Jun 2010 12:34:57
Edina : met siang dunia..:)
15 Jun 2010 12:34:56
Edina : met siang dunia..:)
15 Jun 2010 12:34:46
Angga : masih minum mountea kok, meski lama gk tengok chat ini :-)
14 Jun 2010 10:16:56
 
 

29/01/2010

John Mayer unjuk gigi di album terbarunya.
Kamis, 31 Desember 2009, 17:48 WIB
Irina Damayanti
 

VIVAnews - Setelah vakum hampir 3 tahun lamanya pasca merilis album "Continuum", akhirnya pemilik nama John Clayton Mayer ini merilis juga sebuah album baru yang diberi tajuk "Battle Studies".

Sekedar catatan, album produksi Sony Music Entertainment ini merupakan album ke-4 milik biduan kelahiran Connecticut tersebut.

Seperti apa isi album yang memuat total 11 track itu?
Dibuka dengan single "Heartbreak Warfare" yang kaya dengan sentuhan melodi Jazz kontemporer, Mayer kemudian melanjutkan track demi track di album ini dengan "All We Ever Do Is Say Goodbye" yang sendu namun terdengar syahdu.

Kejutan diberikan Mayer di track ke-3 saat ia membawakan "Half of My Heart" berduet dengan Diva muda Taylor Swift yang sedang naik daun.
Di track ke-4, kita akan disuguhkan dengan hits "Who Says" yang juga adalah single andalan di album ini. Tercatat lagu ini mampu bertahan di puncak tangga lagu U.S. Billboard 200 saat diluncurkan pada pertengahan Oktober lalu.

Arah bermusik Mayer yang banyak dipengaruhi oleh aliran Jazz kontemporer dan R&B semakin kental terdengar dalam lagu-lagu berikutnya. Simak saja tembang "Perfectly Lonely", "Assassin", serta "War of My Life".

Tidak salah kalau alumni Berklee Music School ini memang dikenal sebagai salah satu musisi muda Amerika yang pandai mengocok jiwa pendengarnya dengan suara dashyat dan lirik yang mendalam.

Dalam "Crossroads" yang dibawakannya bersama pemusik Robert Johnson, kita kembali diajak Mayer untuk intim dengannya. Di lagu yang kaya dengan sentuhan rock itu, Mayer lagi-lagi menyayat hati dengan komposisi melodi yang seru dan dinamis.

Album ini ditutup dengan manis saat kita disuguhkan 3 tembang terakhir seperti "Edge of Desire", "Do You Know Me" serta "Friends, Lovers or Nothing".

Mencatat penjualan menakjubkan pada minggu perdana peredarannya yaitu sebanyak 286,000 copy hanya di kawasan Amerika Utara, album ini memang banyak dinilai oleh kritikus musik di Amerika sebagai salah satu album terbaik John Mayer.